TEKS EKSPLANASI | PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KALANGAN REMAJA

Nama: Chelsy Syakilla Jovaty (3)

Kelas: XI IPA 1

Guru Pembimbing: Harry Syahputra Gultom M.Pd.

Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia 


PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KALANGAN REMAJA 



Narkoba adalah singkatan dari narkotika, 

psikotropika, dan bahan adiktif. Sedangkan NAPZA merupakan singkatan dari Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya. Golongan ini merupakan gabungan zat-zat yang mempengaruhi otak atau susunan saraf pusat kita, sehingga akan menimbulkan perubahan pada perilaku, perasaan, pikiran, persepsi beserta kesadaran kita. Narkotika dan obat-obatan tersebut merupakan zat yang dapat mengubah kondisi mental dan fisik seseorang. Zat tersebut dapat memengaruhi cara kerja otak, perasaan dan perilaku, pemahaman, dan indra seseorang. Penyalahgunaan narkoba terjadi akibat pergaulan yang salah dan rasa keingintahuan yang kuat serta mudahnya dalam mendapatkan obat-obatan tersebut. Sementara itu, pengertian narkoba menurut Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia adalah zat atau obat, baik yang bersifat alami, sintetis, maupun semi sintetis, yang dapat menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, dan daya rangsang.



 Ada beberapa faktor yang menyebabkan

terjadinya penyalahgunaan narkoba. Yang pertama, faktor diri yaitu faktor yang ditimbulkan dalam diri seseorang seperti mencoba-coba kerana penasaran dan keinginan untuk bersenang-senang. Yang kedua, faktor lingkungan yaitu faktor yang berasal dari lingkungan sekitarnya seperti masalah keluarga dan pergaulan dengan pengguna atau pengedar narkoba. Yang ketiga, faktor ketersediaan narkoba seperti narkoba semakin mudah didapat dengan harga yang terjangkau dan bisnis narkoba menjanjikan keuntungan yang besar termasuk kalangan remaja yang sudah mulai menjadi pengedar dan penjual zat berbahaya tersebut. Sebanyak 57% remaja mencoba memakai narkoba. Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencari solusi untuk menangani penyalahgunaan narkoba pada kalangan remaja. Kedua lembaga itu menilai remaja rentan terhadap penyalahgunaan narkoba mengingat angka pencobaan pemakaian yang cukup tinggi, yakni 57% dari total penyalahgunaan narkoba. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membeberkan fakta bahwa 23% penghuni Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) merupakan pelaku pencurian 17,8 % terjerat tindak pidana narkotika diikuti dengan kasus asusila sebanyak 13,2%. KPAI juga membeberkan hasil survei terhadap kasus penyalahgunaan narkoba oleh anak-anak. Komisioner KPAI Divisi Monitoring dan Evaluasi, Jasa Putra menjabarkan 82,4% anak yang terjerat kasus narkotika berstatus pemakai. Sedangkan 47,1% berperan sebagai pengedar, dan 31,4% sebagai kurir.


Penyalahgunaan narkoba sudah banyak terjadi dikalangan masyarakat termasuk juga di kalangan remaja. Maka dari itu kita sebagai anak bangsa yang bebas dari narkoba harus menjadi contoh bagi masyarakat yang sudah terlebih dahulu mencoba zat berbahaya tersebut. Dan juga, setiap orang tua harus lebih peduli terhadap anaknya, mengawasi setiap pergaulan mereka, dan memberikan perhatian yang lebih untuk mencegah hal-hal yang dapat membuat mereka terjerumus ke dalam pergaulan yang salah. Adapun cara untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba yaitu memberikan pendidikan agama sejak dini agar mereka dapat mengetahui dan membedakan mana yang baik dan yang buruk, mengawasi pergaulan mereka baik itu dilingkungan sekolah maupun diluar sekolah, dan berikanlah mereka perhatian khusus agar mereka tidak perlu mencari kesenangan dengan cara yang salah. Oleh karena itu, harus ada sinergi antara masyarakat dengan pemerintah untuk menggalakan pencegahan dan pemberantasan masalah tersebut. 

 


Komentar

  1. Nama : Mutiara Claudia Kasih Tambunan
    No. Absen : 20
    Kelas : XI MIA 1
    Komentar :
    Pada paragraf pertama kalimat kedua, mengapa penulisan "Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya" menggunakan huruf kapital di setiap awal katanya?
    Sedangkan pada paragraf pertama kalimat pertama, tidak menggunakan huruf kapital pada "narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif". Padahal kedua kalimat tersebut sama-sama menyatakan penjelasan dari suatu singkatan.
    Terima kasih.

    BalasHapus
  2. Nama : Pniela Tambunan
    Kelas : XI MIA 1

    1. Pada paragraf ke 2, kalimat pertama, kata "karena" ditulis "kerana". Apakah pemilihan kata tersebut tersebut keinginan penulis atau ada kesalahan penulisan?

    2. Kalimat terakhir pada paragraf ke 2, diawali dengan kata "Sedangkan". Kata "Sedangkan" tidak boleh diletakkan di awal kalimat, menurut saya kalimat tersebut bisa digabung dengan kalimat sebelumnya.

    BalasHapus

  3. • saran saya pada kalimat "saraf pusat kita" kata "kita" dapat di hilangkan dan bisa di ganti dengan "para pengguna"

    BalasHapus
  4. Nama : Arina Azzahra Ginting (02)
    Kelas : XI MIA 1

    1. Pada paragraf pertama, kalimat ke 3, terdapat kata "mempengaruhi", bukankah penulisan kata tersebut seharusnya "memengaruhi"?

    2. Pada paragraf pertama, kalimat pertama, terdapat kesalahan penulisan pada "dikalangan", Bukankah seharusnya penulisannya adalah "di kalangan"?

    3. Pada paragraf terakhir, kalimat ke 4, terdapat kesalahan penulisan pada "dilingkungan", bukankah seharusnya penulisannya adalah "di lingkungan"?

    4. Pada paragraf terakhir, kalimat ke 4, terdapat kesalahan penulisan pada "diluar", bukankah seharusnya penulisannya adalah "di luar"?

    BalasHapus
  5. Nama : Jan Gerrard Rafanael
    Kelas : XI IPA 1
    No. Absen : 12 (Genap)
    Komentar :
    1. Pada paragraf pertama kalimat kedua, terdapat kata "sedangkan" di awal kalimat. Kata "sedangkan" merupakan salah satu kata yang tidak boleh diletakkan di awal kalimat.

    2. Pada paragraf ketiga kalimat ketiga, terdapat kata "dan juga" untuk mengawali kalimat tersebut. Kata "dan juga" merupakan salah satu kata yang tidak boleh diletakkan di awal kalimat.

    3. Pada paragraf terakhir kalimat terakhir, terdapat kata "menggalakan". Apakah kata tersebut memang menjadi pilihan penulis atau adanya kesalahan dalam penulisan oleh penulis?

    BalasHapus

Posting Komentar